Hari pertama
artha (penampilan agak culun dikit) masuk di salah satu universitas di jepara,
artha sangat senang karena di hari pertama ini dia berharap biasa mendapatkan pengalaman
ilmu dan sahabat, sambil melihat keseliling universitas sambil duduk didepan teras dan sebotol air mineral
ditanganya tiba-tiba dia dihampiri cowok yang bernama briyon, disinilah awal
kisah artha berteman dengan briyon si cowok yang sangat super power semangat
kalo ngeliat cewek cakep. Tanpa rasa ewuh briyon mengenalkan diri
“hai shob…. Kenalin nama gua briyon aji saputra, asal semarang, gua ikut tante
gua dijepara”
“namaku artha noto negoro, aku asli anak jepara
sini.. kamu masuk fakultas apa??”
“gua masuk fakultas hukum, kalo lo apa ar?”
“aku juga ambil di fakultas hukum”
“wah kalo gitu kita satu jurusan,,, nanti duduk
samping gua shob,”
“oke,,,”
Tepat didepan
artha duduk wanita cantik yang tidak lain adalah
anak dari pemilik yayasan di universitas itu, betapa senang hati artha karena dia tepat duduk dibelakang wanita itu, sambil ngelamun artha berkata dalam hati “kata orang sunda mah gelish pisan euyyyy,,,, betapa senang hati ini kalo bias memilikinya” saking bengongnya, artha tidak mendengar kalo dari tadi dia dipanggil briyon
anak dari pemilik yayasan di universitas itu, betapa senang hati artha karena dia tepat duduk dibelakang wanita itu, sambil ngelamun artha berkata dalam hati “kata orang sunda mah gelish pisan euyyyy,,,, betapa senang hati ini kalo bias memilikinya” saking bengongnya, artha tidak mendengar kalo dari tadi dia dipanggil briyon
“ ar,,,ar,,, artha,,, wah parah ni orang, woooooyyyy….!!!!!”
Artha kaget “apaan sih yon,,, ngagetin aja sih
luh,,,”
“lo yang apaan,,, masak pagi-pagi gini luh bengong,
pasti ngelamunin cwek itu…” sambil mata dio mengarah ke cewek itu,
“apaan,,, sok tau luh,,,”
“udah ngaku
aja,,, nanti jam istirahat kita kenalan ama dia”
Dua jam
berlalu dan bergegaslah artha dan briyon mengikuti wanita itu ke kantin dan
sesampainya di kantin, briyon memaksa
artha duduk di kursi kosong tepat didepan wanita itu, dengan rasa gemetar dan
ndak karuan, artha memberanikan diri untuk berkenalan
“permisi,,, numpan duduk disini,,”
“HEEm,,,” kata si cewek
“kamu mau pesen apa,,, biar aku pesenin,,”
‘ndak usah bisa pesen sendiri”
“oke,,, kalo boleh tahu nama kamu siapa?”
“cha-cha”
“nama kamu cantik seperti orangnya” Kata artha
berusaha sedikit merayu
“Apaan sih loh,,, kalo mau ngeGombal jangan disini,
sono pergi ke pasar kalo mau ngeGombal”
“maapp,, map,,,”
“jadi gak nafsu makan gua,, emang siapa sih loh
coba-coba ngerayu gua,, dasar culun,,”
Suasana makin
gak karuan, cha-cha pun pergi dengan rona wajah yang sebel dan marah, emang sih
cha-cha orangnya sombong di cerita ini. Sementara itu artha dikantin terdiam
dan sedih, briyon menghampiri artha dan berusaha menghibur artha
“udah lah ar,, kalo dia emang jodoh pasti ndak
kemana”
“aku tidak sedih karena cacianya, tapi aku sedih
karena telah membuat dia marah,,,’
“wah gawat nih,,,”
“apanya yang gawat???” artha panic
“jangan-jangan kamu jatuh cinta pada hari pertama”
“emang sih kayaknya aku jatuh cinta ama dia tapi
apa boleh buat,,,, toh dia ndak ada rasa
ke aku”
‘woyyy,,, kalo lo emang cinta,,, lo musti kejar
cinta lo,,”
“tapi kalo aku semakin berusaha mengejar dia pasti
dia akan merasa risih dengan ku,, aku ndak mau”
“terserah lo,,, sebagai kawan,, gua udah nasehatin
lo”
Seiring waktu
berlalu artha masih menyimpan rasa cinta kepada cha-cha hingga pertengahan
semester akhir tanpa berpaling rasa ke
cewek lain, pada waktu itu terjadi pemilihan OMI (organisasi mahasiswa
Indonesia) nah disinilah pertarungan dingin antara artha dan cha-cha terjadi,
dalam pemilihan omi ini yang terpilih menjadi
kandidat adalah artha dan cha-cha, mereka terpilih karena suara mereka imbang,
maklumlah cha-cha terpilih bisa imbang
dengan artha karena factor curang, untuk penentuan ketua dan wakil ketua
akan dipilih langsung mahasiswa seluruh indonesia melalui media online, nah
disinilah cha-cha memikirkan cara agar artha tersingkir dari pemilihan itu dan
cha-cha pun mendapatkan sebuah ide yang cemerlang
“Kenapa tidak
aku dekati aja si culun itu dan pura baik ama dia” kata cha-cha dalam hati.
Ke esokan
harinya cha-cha menjalankan rencananya tersebut dan kebetulan dia melihat artha
dan briyon masuk gerbang univesitas lalu
cha-cha menghampiri
“ar,,, ikut bareng ke kelas yaa,,,”
“eh cha-cha,,, iya silahkan” kata artha sambil
tersenyum
“tumben mau bareng ama kita” sambung briyon dengag
ketus,,
“aku ama artha kan kandidat calon OMI yang
terpilih, jadi apa salahnya kalo kita bisa baikan dan kerja sama”
“bener kata cha-cha yon”
“terserah lo lah,, “
Mereka masuk
keruangan bersama dan selang beberapa jam bel pun berbunyi tanda waktu
istirahat tiba
“ar,, nanti kan tidak ada jam mata kuliah,, gmana
kalo kita makan keluar yuk,,? bosen makan dikantin terus” ajak cha-cha dg
senyum palsu”
Dengan sigap artha menjawab “boleh,, tapi makan
kemana?
“kita makan ke HERU’S RESTO aja, katanya disana
makananya enak-enak”
“oke,,”
Tak disangka
setelah sampai direstoran itu dia melihat cha-cha sangat perhatian denganya,
sampai-sampai artha terhipnotis dengan perhatian cha-cha yang tidak seperti
biasanya, tapi sebenarnya semua itu hanya bagian dari rencana cha-cha.
“kamu mau makan apa ar,,,??”
“terserah kamu aja lah,,,”
“oke kalo gitu kita pesen nasi goring Italy aja”
Setelah
memesan makanan mereka berbincang-bincang, betapa senang hati artha karena
memang selama ini dia ingin dekat dengan
cha-cha
“ar,, aku mau minta maaf kalo selama ini aku udah
jahat ama kamu,, aku sadar kalo aku emang salah,,”
“iya cha,,, sebelum kamu minta maaf, aku udah
maafin kamu”
“makasih ar,, nih aku suapin biar keliatan
romantic,, heheheheh,,”
“boleh,,,,”
Setelah mereka selesai makan, cha-cha mulai
melanjutkan strateginya,,,
“aku ingin kita bersahabat ar,,, bahkan kalo bisa aku
ingin kamu jadi lebih sekedar sahabat aku”
Artha bingung “maksud kamu gimana cha?”
“kamu pasti tau maksud aku,,, aku ingin kita
berpacaran,,”
“sebenarnya aku emang masih menyimpan rasa ama
kamu,,, tapi aku mau focus dulu ama kuliah aku,,”
“trus kamu menolak aku??”
“bukan begitu,,, lalo kamu mau,, selesai kuliah
kita bisa berpacaran”
“oke,, aku setuju”
Artha emang
sudah masuk dalam jurang tipu muslihat cha-cha, selesai makan artha
mengantarkan cha-cha pulang, sesampainya artha dirumah dia menelpon briyon dan
bercurhat
“halo yon,,, kamu sibuk ndak??”
“ndak ar,, tumben malem-malem telp, emang mau
curhat masalah apa??”
“tadi aku pergi makan ama cha-cha”
“trus,,,???!!!!” jawab briyon penasaran
“cha-cha tadi nembak aku,,”
“trus,,, trus,,, kamu terima?”
“ndak lah,, tapi aku bilang ama dia kalo selesai
kuliah aku mau jadi pacarnya”
Dion makin bingung “kok bisa,,,?? Hati-hati kamu
ar,, jangan-jangan dia hanya memanfaatkan kamu aja”
“ah kamu yon, harusnya kamu mendukung aku”
“bukanya gitu ar,, tiba-tiba cha-cha baik ama kamu
kan pas bertepatan dengan pemilihan OMI, ya itu terserah kamu aja ar,,”
“mungkin itu kebetulan aja yon”
“bisa jadi sih ar,, udah dulu ya,, tante gua minta
dianterin ke salon”
“oke,, makasih buat waktunya”
“santai aja ar,, kita kan sahabat, jdi kita harus
saling berbagi”
Keesokan harinya artha masuk kuliah seperti
biasanya dengan penuh kebahagiaan, sebelum artha masuk dia melihat cha-cha
menangis didepan teras
“kamu kenapa cha,, kok menangis??” Tanya artha yang
penasaran.
“liontin aku jatoh dikamar mandi, itu liontin
pemberian ibuku dan liontin itu sangat berharga bagiku’
“emang udah kamu cari???”
“udah tapi belum ketemu”
“udah cha jangan nangis,, ayo kita cari lagi”
Mereka berjalan ke toilet dan masuk kedalam berdua
tapi tiba-tiba cha-cha sengaja mengunci
pintu toilet,
“kenapa pintunya kamu kunci cha?”
“kamu bodoh
ar,, selama ini aku pura-pura baik ama kamu, lagian najis gua bersahabat
apalagi pacaran ama luh,,
“segitu jahatnya kamu cha ama aku??”
“bodoh amat,, ini cara gua supaya lo tersingkir
dari kandidat OMI bahkan dikeluarkan dari universitas”
Setelah itu
cha-cha mengacak-acak bajunya sendiri dan berteriak sekencang mungkin hingga
berdatangan mahasiswa lain dan para dosen
“tolong,,!!!
Tolong,,!! Tolong,,”
Para mahasiswa
lain mendobrak pintu toilet, mereka kaget melihat cha-cha dengan baju
berantakan, para dosen pun penasaran dengan apa yang terjadi
“”apa yang terjadi??!!!” Tanya dosen
Cha-cha langsung menyaut dengan menangis “ artha ingin menodai aku pak,,”
“bukan pak,, ini hanya fitnah,!!!” kata artha
“kamu ikut bapak kekantor sekarang juga, yang lain
tenangin cha-cha”!!!”
betapa sakit hati artha yang mendapatkan fitnah
begitu kejam dari cha-cha, tapi artha tetap tegar dengan semua ini, dia yakin
bahwa tuhan akan membuka pintu kebenaran dalam dirinya, sampai di kantor dia
diintrogasi kepala yayasan
“bapak tidak menyangka kalo kamu ingin melakukan
hal sebejat itu, bapak kecewa”
Dengan menangis artha menjawab “sumpah demi tuhan
saya tidak melakukan hal itu pak,,”
“kamu tidak bisa mengelak lagi ar,, sudah ada cukup
bukti”
“terserah bapak,, suatu saat tuhan pasti akan
membuka jalan kebenaran, saya siap menerima sanksi dari bapak meskipun saya
tidak melakukan hal itu,,”
“demi nama baik universitas, dengan terpaksa
kamu saya keluarkan dari universitas
ini”
Arta sedih
namun dia menjawab dengan tegar keputusan kepala universitas “sebelumnya saya
berterimakasih karena selama ini bapak sudah berbagi ilmu pengetahuan dengan
saya, saya permisi pak”
Dengan rasa
sedih artha pulang kerumah dan bercerita dengan orang tuanya tentang apa
yang terjadi. Ayah ibu artha sedih tapi mereka tidak percaya kalau
anaknya melakukan hal itu, bahkan ayah ibu artha bangga dengan artha karena artha mau berkata langsung dan tegar
menghadapi cobaan ini. Malam harinya artha hanya termenung dengan kejadian tadi
pagi, tiba-tiba hp artha bunyi dan ternyata itu sms dari briyon “KALO LO EMANG
SAHABAT GUA,, BESOK LO DATANG KE UNIVERSITAS, BESOK KAN BERTEPATAN DENGAN
PENOBATAN CEWEK SINTING ITU MENJADI KETUA O.M.I, LO MUSTI DATENG KARENA GUA
UDAH MENYIAPKAN SUREPRIZE BUWAT LO”
Keesokan
harinya artha datang ke universitas
diam-diam dengan para wakil mahasiswa dari universitas lain, waktu terus
berlalu hingga sambutan dari ketua Omi yang terpilih, tidak lain dan tidak
bukan adalah cha-cha, baru mengucapkan salam tiba-tiba terdengar rekaman
pembicaraan artha dan cha-cha waktu di toilet. Serentak para dosen dan
mahasiswa lain kaget, cha-cha pun lari keluar dan entah mengapa artha terdorong
hatinya utuk mencegah cha-cha pergi, artha tidak tega melihat cha-cha seperti
itu, tapi ketika artha berlari dan memegang tangan cha-cha, justru cha-cha
mendorong artha hingga trjatuh,selang beberapa menit artha di panggil untuk
naik podium dan di nobatkan sebagai ketua OMI, kini artha resmi menjadi ketua
omi dan surat pengeluaran yang menerangkan artha keluar dari universitas telah
dicabut. Artha mendapatkan ucapan selamat dari para dosen dan teman-teman
mahasiswa terutama sahabatnya yaitu briyon
“selamat ya ar,,, kamu sudah bisa `kembali belajar
disini lagi”
“iya yon,, trimakasih,, bagaimana rekaman itu kamu
dapat?? Trus kapan kamu merekamnya??” kata artha mulai penasaran
“waktu kamu ke toilet ama cewek sinting itu,, gua
ngikutin lo dari belakang kemudian gua rekam pembicaraan lo berdua dari toilet
sebelah,, emang rekaman itu mau aku kasih pada waktu kamu di introgasi,, tapi
ndak jadi karena aku punya rencana laen,,, ya seperti itu tadi”
“tapi aku tak tega dengan cha-cha,, pasti dia
sangat sedih dan malu atas perbuatannya”
“lo masih kasian ama cewek itu ar?? Heran gua ama
lu”
“bagaimanapun juga dia cewek yon,,,”
“emang hati lo begitu mulia ar,,, gak salah gua
bersahabat ama lo,,”
Hari
berikutnya artha tidak melihat cha-cha masuk, artha pergi kerumah cha-cha untuk
menanyakan keadaannya tapi apa yang terjadi, ternyata cha-cha terkena musibah
kecelakaan sehingga menyebabkan mata cha-cha buta, artha sangat sedih melihat
kondisi cha-cha yang seperti itu, meskipun
cha-cha sering kali jahat ama dia tapi artha masih sayang ama cha-cha, 2
hari kemudia dia datang kerumah cha-cha sebagai perawat dan meminta kepada
orang tua artha untuk menyembunyikan identitasnya dan menggantu namanya menjadi
ardan, orang tua cha-cha setuju karena mereka sudah mengenal artha dan
kebetulan ibu artha adalah sahabat ibunya cha-cha, setelah cukup lama
berbincang, artha diajak untuk kekamar cha-cha untuk dikenalkan sebagai ardan.
“cha-cha ini kenalkan perawat baru kamu, namanya
nak ardan, nak ardan ini anak temenya ibu”
“terserah mama lah,,”
“silahkan nak ardan,, ibu tinggal dulu”
Mereka terdiam beberapa menit dan artha memulai
pembicaraanya
“kamu lagi ngelamunin apa cha??”
“ndak pa-pa,, aku hanya ingi sendiri aja”
“kalo kamu pengen curhat ama aku,, aku siap
mendengarkan”
“ndak,, tolong kamu jangan ganggu aku,, aku beneran
pengen sendiri”
“oke,, besok aku datang lagi,,,”
Artha keluar dari kamar artha dan bertemu dengan
ibu cha-cha
“saya pulang dulu bu,,”
“kok buru-buru” Tanya ibu cha-cha”
“cha-cha lagi pengen sendiri bu, besok saya kesini
lagi”
“owh gitu,, iya nak hati-hati”
“mari bu,,”
“iya mari,,”
Keesokan
harinya artha datang dengan penuh semangat untuk membuat cha-cha bisa tersenyum
lagi, seperti biasanya artha bincang-bincang dulu dengan ayah ibu cha-cha, dan
ibu cha-cha bercerita bahwa cha-cha ndak mau sarapan lalu artha membawakan
sarapan kekamar cha-cha dan berusaha untuk membujuknya agar mau sarapan
“permisii,, ini sarapan buat neng gelish”
“aku kan udah bilang kalo aku ndak mau sarapan”
“ah,, jangan gitu donk,, kalo kaamu sakit
gimana???”
“tidak usah sok perhatian kamu,,” kata cha-cha
sinis
“Okelah kalo begitu,, owh iya,, kamu punya gitar??”
Tanya artha dengan semangat
“punya,, situ ambil aja diatas lemari”
artha mengambil gitar dan memetiknya dengan di iringi lagu romantic, cha-cha pun tidak sadar ikut bernyanyi dan mereka berdua bernyanyi bersama, nampaknya hati cha-cha udah mulai membaik dan artha mulai mbanyol lagi
artha mengambil gitar dan memetiknya dengan di iringi lagu romantic, cha-cha pun tidak sadar ikut bernyanyi dan mereka berdua bernyanyi bersama, nampaknya hati cha-cha udah mulai membaik dan artha mulai mbanyol lagi
“sekian lagu dari saya,, semoga bisa bermanfaat
bagi kita semua,,amiin,, wassalamu’alaikum”
Mendengar artha berkata seperti itu, cha-cha
tertawa lepas
“hahahahahaha,, macam pengajian ibu-ibu di masjid”
“kan emang ini ceritanya pengajian di masjid, nah
biasanya setelah pengajian kan ada makananya, nah ini makanan buat kamu karena
kamu udah ikut pengajian music, hehehehe,,,”
Sambil senyum cha-cha menjawab “iya pak ustadz,,
tapi dikit ajah,, aku takut gemuk”
Artha mulai
menyuapi cha-cha dengan penuh rasa sayang, tidak terasa mereka semakin dekat
terus bisa saling bergurau dan artha memainkan gitar yang ada disampingnya
dengan diiringi lagu ungu yang TERCIPTA UNTUKKU, belum sampai lagu kelar, artha
melihat air mata cha-cha menetes, spontan artha berhenti bernyanyi
“kamu nangis cha??”
“ndak,, aku terharu aja dengerin lagu itu”
“terharu kenapa??”
“aku punya temen satu universitas,, dulu aku sangat
jahat dengan dia, padahal dia sangat baik ama aku, entah kenapa aku baru sadar
setelah keadaan ku seperti ini, jujur sekarang aku sangat mencintainya, aku
malah bersyuku tuhan memberikanku cobaan seperti ini, karena dengan cobaan ini
hatiku bisa terbuka untuk mencintai dia”
Artha terharu
mendengar cha-cha berkata seperti itu karena dia tidak menyangka bahwa sekarang
ini cha-cha sangat mencintainya,
“emang siapa cowok yang sangat beruntung itu?”
artha pura-pura tidak tau dan bertanya
“namanya artha,, justru malah aku yang beruntung
karena dia mencintaiku dengan sepenuh hati, aku emang orang bodoh yang menyia-nyiakan
cintanya dan menyakitinya”
“kalo
artha emang cinta ama kamu pasti dia akan tetap mencintaimu dalam keadaan
apapun, karena pada hakikatnya cinta sejati itu tak mengenal perbedaan dan
kekurangan”
“iya
semoga artha seperti itu” jawab cha-cha
*************
Tiga bulan artha meninggalkan
kuliah hanya untuk merawat cha-cha hingga pada akhirnya cha-cha mendapatkan
donor mata dan melakukan operasi mata kurang lebih operasi berlangsung selama 2
jam, tak hentinya artha berdoa dan menunggu selama proses operasi, seminggu
setelah dioperasi perban mulai dibuka dan ia kaget bahwa dia bisa melihat ayah
ibunya lagi tapi lebih kagetnya lagi didepanya ada artha, dia langsung berkata
kasar pada artha
“ngapain kamu di sini!! Selama
tiga bulan kamu tidak pernah menjenguk ku, pergi!!! Ternyata kamu tak sebaik
yang aku kira,, katanya kamu cinta ama aku,, tapi tak satukali pun selama tiga
bulan kamu menjenguk ku”
Artha hanya terdiam dan mulai
pergi, artha tidak mengaku kalau dia yang selama ini merawatnya, ibu cha-cha juga hanya terdiam dan menghampiri
cha-cha
“ibu
mau ngomong sesuatu”
“apa
bu???”
“sebenarnya
yang merawat kamu selama ini adalah artha, dia menyuruh ibu untuk merahasiakan
identitasnya sebagai ardan”
“benarkah
itu buu???”
Dengan
rasa bersalah cha-cha berusaha mengejar artha tapi ibunya melarang
“jangan
kamu kejar cha,,, kamu masih harus istirahat”
“tapi
aku salah besar ama artha bu..”
“besok
kita ke universitas aja, karena kata ayah besok ada event di universitas dan
artha terpilih menjadi duta mahasiswa tahun ini”
Keesokan harinya cha-cha datang
ke universitas bersama ayah ibunya, waktu pertengahan acara seorang MC
mengumumkan bahwa ada tamu special yang
datang khusus untuk artha, ternyata tamu yang dimaksud MC itu adalah cha-cha,
kemudian cha-cha disuruh naik ke podium untuk memberikan sambutan,
“selamat pagi menjelang siang,, saya cha-cha alviana putra bapak nugroho
pemilik universitas ini, mungkin teman teman sudah banyak yang mengenal saya,
dan pada kesempatan kali ini saya ingin meminta maaf atas segala kesalahanku
selama ini terhadap temen-temen khususnya saudara artha, mungkin kebaikan
saudara artha tidak bisa saya ganti dengan apapun, hanya tuhan yang bisa
membalasnya, artha,,, aku mungkin tidak terlalu baik untuk kamu ar,, tapi
bahkan kamu terlalu baik untuk ku, aku baru sadar setelah aku terkena musibah
bahwa kamulah orang yang memiliki cinta sejati untuk ku,, I want be the last
for you,, and I want you be the last for me,, please take me to your live,, I
love you artha,, sekian sambutan dari saya,, saya ingin saudara artha
menjawabnya diatas podium ini, saya siap dengan keputusan anda untuk menerima
atau tidak menerimaku, terimakasih”
Serentak orang-orang forum itu
menyuarai artha untuk naik ke podium, dua menit artha terdiam lalu dia naik ke
atas podium,
“selamat siang,, terimakasih
untuk pujian dari saudari cha-cha,, mungkin pujian itu terlalu berlebihan,,
langsung saja,, sebenarnya saya sangat mencintai saudari cha-cha
tapi,,,,,,,,,,,,, apakah saya pantas?? Dan apakah saudari mau menerima aku apa
adanya??? Harap difikirkan dengan matang sebelum saudari menyesal”
Tiba-tiba
cha-cha mendekat dan berkata
“cintamu
untuk ku lebih berharga dari pada nyawaku, kamu harus tau itu ar,,”
“tapi
maaf aku tak bisa,,,”
Betapa sedihnya hati cha-cha
mendengar perkatan artha dan dia pun menangis sedu dengan deraian airmata yang
membasahi pipinya,
“apa
kamu masih marah ama aku ar,,,?!!!?? Apapun akan aku lakukan untuk menebus
kesalahan ku”
Artha
menunjukkan raut muka marah tapi sebenarnya artha hanya acting,
“apa
kamu benar mau melakukan apapun untuk menebus kesalahan mu???!!”
“apapun
ar,, bahkan nyawaku pun akan aku korbankan jika kamu mau”
“aku
tidak menginginkan nyawamu, tapi aku ingin kamu menjadi kekasihku”
Air mata cha-cha yang tadinya
penuh dengan kesedihan kini menjadi tangis kebahagiaan dan dipeluklah artha
dengan erat,
“trimakasih ar,, tapi aku tidak
hanya ingin menjadi kekasih mu ar,, kelak aku juga ingin menjadi calon ibu
untuk anak-anak kita”
Akhirnya mereka hidup bahagia
dan dikaruniai dua orang anak
putra-putri
********sekian*******
Mohon
maaf apabila ada salah kata yang kurang berkenan di hati pembaca, sekian dan
terima kasih atas waktu anda untuk membaca cerpen ini, dan semoga kita bisa mengambil
hikmah dari cerita ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar