Selasa, 15 Januari 2013

CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN


Hari pertama artha (penampilan agak culun dikit) masuk di salah satu universitas di jepara, artha sangat senang karena di hari pertama ini dia berharap biasa mendapatkan pengalaman ilmu dan sahabat, sambil melihat keseliling universitas sambil duduk  didepan teras dan sebotol air mineral ditanganya tiba-tiba dia dihampiri cowok yang bernama briyon, disinilah awal kisah artha berteman dengan briyon si cowok yang sangat super power semangat kalo ngeliat cewek cakep. Tanpa rasa ewuh briyon mengenalkan diri
“hai shob…. Kenalin nama gua briyon  aji saputra, asal semarang, gua ikut tante gua dijepara”
“namaku artha noto negoro, aku asli anak jepara sini.. kamu masuk fakultas apa??”
“gua masuk fakultas hukum, kalo lo apa ar?”
“aku juga ambil di fakultas hukum”
“wah kalo gitu kita satu jurusan,,, nanti duduk samping gua shob,”
“oke,,,”
Tepat didepan artha duduk wanita cantik yang tidak lain adalah
anak dari pemilik yayasan di universitas itu, betapa senang hati artha karena dia tepat duduk dibelakang wanita itu, sambil ngelamun artha berkata dalam hati “kata  orang sunda mah gelish pisan euyyyy,,,, betapa senang hati ini kalo bias memilikinya”  saking bengongnya, artha tidak mendengar kalo dari tadi dia dipanggil briyon
“ ar,,,ar,,, artha,,, wah parah ni orang,  woooooyyyy….!!!!!”
Artha kaget “apaan sih yon,,, ngagetin aja sih luh,,,”
“lo yang apaan,,, masak pagi-pagi gini luh bengong, pasti ngelamunin cwek itu…” sambil mata dio mengarah ke cewek itu,
“apaan,,,  sok tau luh,,,”
“udah ngaku aja,,, nanti jam istirahat kita kenalan ama dia”
Dua jam berlalu dan bergegaslah artha dan briyon mengikuti wanita itu ke kantin dan sesampainya di kantin,  briyon memaksa artha duduk di kursi kosong tepat didepan wanita itu, dengan rasa gemetar dan ndak karuan, artha memberanikan diri untuk berkenalan
“permisi,,, numpan duduk disini,,”
“HEEm,,,” kata si cewek
“kamu mau pesen apa,,, biar aku pesenin,,”
‘ndak usah bisa pesen sendiri”
“oke,,, kalo boleh tahu nama kamu siapa?”
“cha-cha”
“nama kamu cantik seperti orangnya” Kata artha berusaha sedikit merayu
“Apaan sih loh,,, kalo mau ngeGombal jangan disini, sono pergi ke pasar kalo mau ngeGombal”
“maapp,, map,,,”
“jadi gak nafsu makan gua,, emang siapa sih loh coba-coba ngerayu gua,, dasar culun,,”

Suasana makin gak karuan, cha-cha pun pergi dengan rona wajah yang sebel dan marah, emang sih cha-cha orangnya sombong di cerita ini. Sementara itu artha dikantin terdiam dan sedih, briyon menghampiri artha dan berusaha menghibur artha
“udah lah ar,, kalo dia emang jodoh pasti ndak kemana”
“aku tidak sedih karena cacianya, tapi aku sedih karena telah membuat dia marah,,,’
“wah gawat nih,,,”
“apanya yang gawat???” artha panic
“jangan-jangan kamu jatuh cinta pada hari pertama”

“emang sih kayaknya aku jatuh cinta ama dia tapi apa boleh buat,,,, toh  dia ndak ada rasa ke aku”
‘woyyy,,, kalo lo emang cinta,,, lo musti kejar cinta lo,,”
“tapi kalo aku semakin berusaha mengejar dia pasti dia akan merasa risih dengan ku,, aku ndak mau”
“terserah lo,,, sebagai kawan,, gua udah nasehatin lo”

Seiring waktu berlalu artha masih menyimpan rasa cinta kepada cha-cha hingga pertengahan semester  akhir tanpa berpaling rasa ke cewek lain, pada waktu itu terjadi pemilihan OMI (organisasi mahasiswa Indonesia) nah disinilah pertarungan dingin antara artha dan cha-cha terjadi, dalam pemilihan omi ini yang terpilih menjadi  kandidat adalah artha dan cha-cha, mereka terpilih karena suara mereka imbang, maklumlah cha-cha terpilih bisa imbang  dengan artha karena factor curang, untuk penentuan ketua dan wakil ketua akan dipilih langsung mahasiswa seluruh indonesia melalui media online, nah disinilah cha-cha memikirkan cara agar artha tersingkir dari pemilihan itu dan cha-cha pun mendapatkan sebuah ide yang cemerlang
“Kenapa tidak aku dekati aja si culun itu dan pura baik ama dia” kata cha-cha dalam hati.
Ke esokan harinya cha-cha menjalankan rencananya tersebut dan kebetulan dia melihat artha dan briyon  masuk gerbang univesitas lalu cha-cha menghampiri
“ar,,, ikut bareng ke kelas yaa,,,”
“eh cha-cha,,, iya silahkan” kata artha sambil tersenyum
“tumben mau bareng ama kita” sambung briyon dengag ketus,,
“aku ama artha kan kandidat calon OMI yang terpilih, jadi apa salahnya kalo kita bisa baikan dan kerja sama”
“bener kata cha-cha yon”
“terserah lo lah,, “

Mereka masuk keruangan bersama dan selang beberapa jam bel pun berbunyi tanda waktu istirahat tiba
“ar,, nanti kan tidak ada jam mata kuliah,, gmana kalo kita makan keluar yuk,,? bosen makan dikantin terus” ajak cha-cha dg senyum palsu”
Dengan sigap artha menjawab “boleh,, tapi makan kemana?
“kita makan ke HERU’S RESTO aja, katanya disana makananya enak-enak”
“oke,,”

Tak disangka setelah sampai direstoran itu dia melihat cha-cha sangat perhatian denganya, sampai-sampai artha terhipnotis dengan perhatian cha-cha yang tidak seperti biasanya, tapi sebenarnya semua itu hanya bagian dari rencana cha-cha.
“kamu mau makan apa ar,,,??”
“terserah kamu aja lah,,,”
“oke kalo gitu kita pesen nasi goring Italy aja”

Setelah memesan makanan mereka berbincang-bincang, betapa senang hati artha karena memang selama ini  dia ingin dekat dengan cha-cha
“ar,, aku mau minta maaf kalo selama ini aku udah jahat ama kamu,, aku sadar kalo aku emang salah,,”
“iya cha,,, sebelum kamu minta maaf, aku udah maafin kamu”
“makasih ar,, nih aku suapin biar keliatan romantic,, heheheheh,,”
“boleh,,,,”
Setelah mereka selesai makan, cha-cha mulai melanjutkan strateginya,,,
“aku ingin kita bersahabat ar,,, bahkan kalo bisa aku ingin kamu jadi lebih sekedar sahabat aku”
Artha bingung “maksud kamu gimana cha?”
“kamu pasti tau maksud aku,,, aku ingin kita berpacaran,,”
“sebenarnya aku emang masih menyimpan rasa ama kamu,,, tapi aku mau focus dulu ama kuliah aku,,”
“trus kamu menolak aku??”
“bukan begitu,,, lalo kamu mau,, selesai kuliah kita bisa berpacaran”
“oke,, aku setuju”
Artha emang sudah masuk dalam jurang tipu muslihat cha-cha, selesai makan artha mengantarkan cha-cha pulang, sesampainya artha dirumah dia menelpon briyon dan bercurhat
“halo yon,,, kamu sibuk ndak??”
“ndak ar,, tumben malem-malem telp, emang mau curhat masalah apa??”
“tadi aku pergi makan ama cha-cha”
“trus,,,???!!!!” jawab briyon penasaran
“cha-cha tadi nembak aku,,”
“trus,,, trus,,, kamu terima?”
“ndak lah,, tapi aku bilang ama dia kalo selesai kuliah aku mau jadi pacarnya”
Dion makin bingung “kok bisa,,,?? Hati-hati kamu ar,, jangan-jangan dia hanya memanfaatkan kamu aja”
“ah kamu yon, harusnya kamu mendukung aku”
“bukanya gitu ar,, tiba-tiba cha-cha baik ama kamu kan pas bertepatan dengan pemilihan OMI, ya itu terserah kamu aja ar,,”
“mungkin itu kebetulan aja yon”
“bisa jadi sih ar,, udah dulu ya,, tante gua minta dianterin ke salon”
“oke,, makasih buat waktunya”
“santai aja ar,, kita kan sahabat, jdi kita harus saling berbagi”
Keesokan harinya artha masuk kuliah seperti biasanya dengan penuh kebahagiaan, sebelum artha masuk dia melihat cha-cha menangis didepan teras
“kamu kenapa cha,, kok menangis??” Tanya artha yang penasaran.
“liontin aku jatoh dikamar mandi, itu liontin pemberian ibuku dan liontin itu sangat berharga bagiku’
“emang udah kamu cari???”
“udah tapi belum ketemu”
“udah cha jangan nangis,, ayo kita cari lagi”
Mereka berjalan ke toilet dan masuk kedalam berdua tapi tiba-tiba cha-cha sengaja  mengunci pintu toilet,
“kenapa pintunya kamu kunci cha?”
“kamu bodoh ar,, selama ini aku pura-pura baik ama kamu, lagian najis gua bersahabat apalagi pacaran ama luh,,
“segitu jahatnya kamu cha ama aku??”
“bodoh amat,, ini cara gua supaya lo tersingkir dari kandidat OMI bahkan dikeluarkan dari universitas”

Setelah itu cha-cha mengacak-acak bajunya sendiri dan berteriak sekencang mungkin hingga berdatangan mahasiswa lain dan para dosen
“tolong,,!!! Tolong,,!! Tolong,,”
Para mahasiswa lain mendobrak pintu toilet, mereka kaget melihat cha-cha dengan baju berantakan, para dosen pun penasaran dengan apa yang terjadi
“”apa yang terjadi??!!!” Tanya dosen
Cha-cha langsung menyaut dengan menangis    “ artha ingin menodai aku pak,,”
“bukan pak,, ini hanya fitnah,!!!” kata artha
“kamu ikut bapak kekantor sekarang juga, yang lain tenangin cha-cha”!!!”

betapa sakit hati artha yang mendapatkan fitnah begitu kejam dari cha-cha, tapi artha tetap tegar dengan semua ini, dia yakin bahwa tuhan akan membuka pintu kebenaran dalam dirinya, sampai di kantor dia diintrogasi kepala yayasan
“bapak tidak menyangka kalo kamu ingin melakukan hal sebejat itu, bapak kecewa”
Dengan menangis artha menjawab “sumpah demi tuhan saya tidak melakukan hal itu pak,,”
“kamu tidak bisa mengelak lagi ar,, sudah ada cukup bukti”
“terserah bapak,, suatu saat tuhan pasti akan membuka jalan kebenaran, saya siap menerima sanksi dari bapak meskipun saya tidak melakukan hal itu,,”
“demi nama baik universitas, dengan terpaksa kamu  saya keluarkan dari universitas ini”

Arta sedih namun dia menjawab dengan tegar keputusan kepala universitas “sebelumnya saya berterimakasih karena selama ini bapak sudah berbagi ilmu pengetahuan dengan saya, saya permisi pak”
Dengan rasa sedih artha pulang kerumah dan bercerita dengan orang tuanya  tentang apa  yang terjadi. Ayah ibu artha sedih tapi mereka tidak percaya kalau anaknya melakukan hal itu, bahkan ayah ibu artha bangga dengan artha  karena artha mau berkata langsung dan tegar menghadapi cobaan ini. Malam harinya artha hanya termenung dengan kejadian tadi pagi, tiba-tiba hp artha bunyi dan ternyata itu sms dari briyon “KALO LO EMANG SAHABAT GUA,, BESOK LO DATANG KE UNIVERSITAS, BESOK KAN BERTEPATAN DENGAN PENOBATAN CEWEK SINTING ITU MENJADI KETUA O.M.I, LO MUSTI DATENG KARENA GUA UDAH MENYIAPKAN SUREPRIZE BUWAT LO”
Keesokan harinya artha datang ke universitas  diam-diam dengan para wakil mahasiswa dari universitas lain, waktu terus berlalu hingga sambutan dari ketua Omi yang terpilih, tidak lain dan tidak bukan adalah cha-cha, baru mengucapkan salam tiba-tiba terdengar rekaman pembicaraan artha dan cha-cha waktu di toilet. Serentak para dosen dan mahasiswa lain kaget, cha-cha pun lari keluar dan entah mengapa artha terdorong hatinya utuk mencegah cha-cha pergi, artha tidak tega melihat cha-cha seperti itu, tapi ketika artha berlari dan memegang tangan cha-cha, justru cha-cha mendorong artha hingga trjatuh,selang beberapa menit artha di panggil untuk naik podium dan di nobatkan sebagai ketua OMI, kini artha resmi menjadi ketua omi dan surat pengeluaran yang menerangkan artha keluar dari universitas telah dicabut. Artha mendapatkan ucapan selamat dari para dosen dan teman-teman mahasiswa terutama sahabatnya yaitu briyon
“selamat ya ar,,, kamu sudah bisa `kembali belajar disini lagi”
“iya yon,, trimakasih,, bagaimana rekaman itu kamu dapat?? Trus kapan kamu merekamnya??” kata artha mulai penasaran
“waktu kamu ke toilet ama cewek sinting itu,, gua ngikutin lo dari belakang kemudian gua rekam pembicaraan lo berdua dari toilet sebelah,, emang rekaman itu mau aku kasih pada waktu kamu di introgasi,, tapi ndak jadi karena aku punya rencana laen,,, ya seperti itu tadi”
“tapi aku tak tega dengan cha-cha,, pasti dia sangat sedih dan malu atas perbuatannya”
“lo masih kasian ama cewek itu ar?? Heran gua ama lu”
“bagaimanapun juga dia cewek yon,,,”
“emang hati lo begitu mulia ar,,, gak salah gua bersahabat ama lo,,”

Hari berikutnya artha tidak melihat cha-cha masuk, artha pergi kerumah cha-cha untuk menanyakan keadaannya tapi apa yang terjadi, ternyata cha-cha terkena musibah kecelakaan sehingga menyebabkan mata cha-cha buta, artha sangat sedih melihat kondisi cha-cha yang seperti itu, meskipun  cha-cha sering kali jahat ama dia tapi artha masih sayang ama cha-cha, 2 hari kemudia dia datang kerumah cha-cha sebagai perawat dan meminta kepada orang tua artha untuk menyembunyikan identitasnya dan menggantu namanya menjadi ardan, orang tua cha-cha setuju karena mereka sudah mengenal artha dan kebetulan ibu artha adalah sahabat ibunya cha-cha, setelah cukup lama berbincang, artha diajak untuk kekamar cha-cha untuk dikenalkan sebagai  ardan.
“cha-cha ini kenalkan perawat baru kamu, namanya nak ardan, nak ardan ini anak temenya ibu”
“terserah mama lah,,”
“silahkan nak ardan,, ibu tinggal dulu”
Mereka terdiam beberapa menit dan artha memulai pembicaraanya
“kamu lagi ngelamunin apa cha??”
“ndak pa-pa,, aku hanya ingi sendiri aja”
“kalo kamu pengen curhat ama aku,, aku siap mendengarkan”
“ndak,, tolong kamu jangan ganggu aku,, aku beneran pengen sendiri”
“oke,, besok aku datang lagi,,,”
Artha keluar dari kamar artha dan bertemu dengan ibu cha-cha
“saya pulang dulu bu,,”
“kok buru-buru” Tanya ibu cha-cha”
“cha-cha lagi pengen sendiri bu, besok saya kesini lagi”
“owh gitu,, iya nak hati-hati”
“mari bu,,”
“iya mari,,”

Keesokan harinya artha datang dengan penuh semangat untuk membuat cha-cha bisa tersenyum lagi, seperti biasanya artha bincang-bincang dulu dengan ayah ibu cha-cha, dan ibu cha-cha bercerita bahwa cha-cha ndak mau sarapan lalu artha membawakan sarapan kekamar cha-cha dan berusaha untuk membujuknya agar mau sarapan
“permisii,, ini sarapan buat neng gelish”
“aku kan udah bilang kalo aku ndak mau sarapan”
“ah,, jangan gitu donk,, kalo kaamu sakit gimana???”
“tidak usah sok perhatian kamu,,” kata cha-cha sinis
“Okelah kalo begitu,, owh iya,, kamu punya gitar??” Tanya artha dengan semangat
“punya,, situ ambil aja diatas lemari”
artha mengambil gitar dan memetiknya dengan di iringi lagu romantic, cha-cha pun tidak sadar ikut bernyanyi dan mereka berdua bernyanyi bersama, nampaknya hati cha-cha udah mulai membaik dan artha mulai mbanyol lagi
“sekian lagu dari saya,, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua,,amiin,, wassalamu’alaikum”
Mendengar artha berkata seperti itu, cha-cha tertawa lepas
“hahahahahaha,, macam pengajian ibu-ibu di masjid”
“kan emang ini ceritanya pengajian di masjid, nah biasanya setelah pengajian kan ada makananya, nah ini makanan buat kamu karena kamu udah ikut pengajian music, hehehehe,,,”
Sambil senyum cha-cha menjawab “iya pak ustadz,, tapi dikit ajah,, aku takut gemuk”
Artha mulai menyuapi cha-cha dengan penuh rasa sayang, tidak terasa mereka semakin dekat terus bisa saling bergurau dan artha memainkan gitar yang ada disampingnya dengan diiringi lagu ungu yang TERCIPTA UNTUKKU, belum sampai lagu kelar, artha melihat air mata cha-cha menetes, spontan artha berhenti bernyanyi
“kamu nangis cha??”
“ndak,, aku terharu aja dengerin lagu itu”
“terharu kenapa??”
“aku punya temen satu universitas,, dulu aku sangat jahat dengan dia, padahal dia sangat baik ama aku, entah kenapa aku baru sadar setelah keadaan ku seperti ini, jujur sekarang aku sangat mencintainya, aku malah bersyuku tuhan memberikanku cobaan seperti ini, karena dengan cobaan ini hatiku bisa terbuka untuk mencintai dia”
Artha terharu mendengar cha-cha berkata seperti itu karena dia tidak menyangka bahwa sekarang ini cha-cha sangat mencintainya,
“emang siapa cowok yang sangat beruntung itu?” artha pura-pura tidak tau dan bertanya
“namanya artha,, justru malah aku yang beruntung karena dia mencintaiku dengan sepenuh hati, aku emang orang bodoh yang menyia-nyiakan cintanya dan menyakitinya”
“kalo artha emang cinta ama kamu pasti dia akan tetap mencintaimu dalam keadaan apapun, karena pada hakikatnya cinta sejati itu tak mengenal perbedaan dan kekurangan”
“iya semoga artha seperti itu” jawab cha-cha
                                *************
Tiga bulan artha meninggalkan kuliah hanya untuk merawat cha-cha hingga pada akhirnya cha-cha mendapatkan donor mata dan melakukan operasi mata kurang lebih operasi berlangsung selama 2 jam, tak hentinya artha berdoa dan menunggu selama proses operasi, seminggu setelah dioperasi perban mulai dibuka dan ia kaget bahwa dia bisa melihat ayah ibunya lagi tapi lebih kagetnya lagi didepanya ada artha, dia langsung berkata kasar pada artha
“ngapain kamu di sini!! Selama tiga bulan kamu tidak pernah menjenguk ku, pergi!!! Ternyata kamu tak sebaik yang aku kira,, katanya kamu cinta ama aku,, tapi tak satukali pun selama tiga bulan kamu menjenguk ku”
Artha hanya terdiam dan mulai pergi, artha tidak mengaku kalau dia yang selama ini merawatnya, ibu  cha-cha juga hanya terdiam dan menghampiri cha-cha
“ibu mau ngomong sesuatu”
“apa bu???”
“sebenarnya yang merawat kamu selama ini adalah artha, dia menyuruh ibu untuk merahasiakan identitasnya sebagai ardan”
“benarkah itu buu???”
Dengan rasa bersalah cha-cha berusaha mengejar artha tapi ibunya melarang
“jangan kamu kejar cha,,, kamu masih harus istirahat”
“tapi aku salah besar ama artha bu..”
“besok kita ke universitas aja, karena kata ayah besok ada event di universitas dan artha terpilih menjadi duta mahasiswa tahun ini”

Keesokan harinya cha-cha datang ke universitas bersama ayah ibunya, waktu pertengahan acara seorang MC mengumumkan bahwa ada tamu special  yang datang khusus untuk artha, ternyata tamu yang dimaksud MC itu adalah cha-cha, kemudian cha-cha disuruh naik ke podium untuk memberikan sambutan,
“selamat pagi menjelang siang,,  saya cha-cha alviana putra bapak nugroho pemilik universitas ini, mungkin teman teman sudah banyak yang mengenal saya, dan pada kesempatan kali ini saya ingin meminta maaf atas segala kesalahanku selama ini terhadap temen-temen khususnya saudara artha, mungkin kebaikan saudara artha tidak bisa saya ganti dengan apapun, hanya tuhan yang bisa membalasnya, artha,,, aku mungkin tidak terlalu baik untuk kamu ar,, tapi bahkan kamu terlalu baik untuk ku, aku baru sadar setelah aku terkena musibah bahwa kamulah orang yang memiliki cinta sejati untuk ku,, I want be the last for you,, and I want you be the last for me,, please take me to your live,, I love you artha,, sekian sambutan dari saya,, saya ingin saudara artha menjawabnya diatas podium ini, saya siap dengan keputusan anda untuk menerima atau tidak menerimaku, terimakasih”
Serentak orang-orang forum itu menyuarai artha untuk naik ke podium, dua menit artha terdiam lalu dia naik ke atas podium,
“selamat siang,, terimakasih untuk pujian dari saudari cha-cha,, mungkin pujian itu terlalu berlebihan,, langsung saja,, sebenarnya saya sangat mencintai saudari cha-cha tapi,,,,,,,,,,,,, apakah saya pantas?? Dan apakah saudari mau menerima aku apa adanya??? Harap difikirkan dengan matang sebelum saudari menyesal”
Tiba-tiba cha-cha mendekat dan berkata
“cintamu untuk ku lebih berharga dari pada nyawaku, kamu harus tau itu ar,,”
“tapi maaf aku tak bisa,,,”
Betapa sedihnya hati cha-cha mendengar perkatan artha dan dia pun menangis sedu dengan deraian airmata yang membasahi pipinya,
“apa kamu masih marah ama aku ar,,,?!!!?? Apapun akan aku lakukan untuk menebus kesalahan ku”
Artha menunjukkan raut muka marah tapi sebenarnya artha hanya acting,
“apa kamu benar mau melakukan apapun untuk menebus kesalahan mu???!!”
“apapun ar,, bahkan nyawaku pun akan aku korbankan jika kamu mau”
“aku tidak menginginkan nyawamu, tapi aku ingin kamu menjadi kekasihku”
Air mata cha-cha yang tadinya penuh dengan kesedihan kini menjadi tangis kebahagiaan dan dipeluklah artha dengan erat,
“trimakasih ar,, tapi aku tidak hanya ingin menjadi kekasih mu ar,, kelak aku juga ingin menjadi calon ibu untuk anak-anak kita”
Akhirnya mereka hidup bahagia dan dikaruniai  dua orang anak putra-putri
********sekian*******
Mohon maaf apabila ada salah kata yang kurang berkenan di hati pembaca, sekian dan terima kasih atas waktu anda untuk membaca cerpen ini, dan semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar